2 min read

Lagu Wondergel Jadi Soundtrack Film ‘Bunyi Hujan di Atas Genting’

 

Wondergel Reunion 2017
Wondergel Reunion 2017

Lagu berjudul ‘Pesona Indah’ rilisan tahun 1997 dari album debut karya Wondergel, baru-baru ini diumumkan menjadi soundtrack film karya sutradara Krisna L. Salya. Digarap bersama produser Rama Deranau, Film berjudul ‘Bunyi Hujan di Atas Genting’ ini telah tayang trailer berdurasi 1 menit lebih di Youtube Channel Langit Merah Pictures.

Dalam video youtubenya, versi asli single track ‘Pesona Indah’ mengiringi trailer film sepanjang 1 menit lebih berisi potongan adegan yang diangkat dari cerita pendek berjudul sama karya cerpenis Seno Gumira Ajidarma. Sutradara Krisna sendiri menyebutkan bahwa film ‘Bunyi Hujan di Atas Genting’ masih dalam masa produksi dan tengah disiapkan perilisannya.

Dari terbitan rubrik Cobra Gitaran yang disindikasi Soundquarium pada tahun pada 2017, Majalah Cobra pernah memuat keterangan Meita Kasim selaku vokalis Wondergel tentang proses penulisan lagu tersebut. Kala itu, lagu Pesona Indah telah dibawakan di berbagai panggung bersama lagu-lagu ciptaan Wondergel sendiri.

“Lagu ini pun langsung naik panggung di ajang musik underground di Poster Café, sebuah live venue di Gatot Subroto, bersama band saya Wondergel. Waktu itu saya pribadi yang pegang vokalnya, banyak yang menyukainya, menyebutnya romantis, ngambang layaknya shoegaze, sendu tapi cool.” ungkap Meita.

Ia melanjutkan, “Pada saat rekaman di tahun 1997, Vivi Coster mengambil alih vokal lagu ini, karena terus terang, tingkat kesulitan lagu ini cukup tinggi buat saya.”


Tentang Wondergel

Wondergel merupakan salah satu band pionir di skena independen Jakarta yang memainkan musik Britpop dengan oplosan new wave dan punk, terbentuk di era 90-an dan beranggotakan semuanya wanita. Tepatnya pada 1992, Wondergel dibentuk oleh Vivie Coaster (vokal), Meita Kasim (vokal), Nanda (gitar), Lala (bass), Meta Pramana (keyboards) dan Astrid (drums).

Single Asa Dimana dirilis ulang dalam format digital
Single Asa Dimana dirilis ulang dalam format digital

Meski pada awal karirnya Wondergel banyak memainkan cover song dari band semisal Elastica dan Suede, di tahun 1997 mereka merilis 1 album penuh (self-titled) berisi 9 lagu di bawah naungan M Music Production/ Musica dan 4 radio single.

Band pernah menyatakan bubar di tahun 2000 karena konflik internal dan mengalami hiatus panjang selama 17 tahun. Setelah sebelumnya sempat tampil di Blackhole, sebuah intimate gigs daerah Jakarta pada 2010 silam, Wondergel kemudian menggelar konser reunian dalam format kolaborasi pada Agustus 2017 di JK7 Club, Kemang, Jakarta Selatan bersama Pestolaer, Suar Nasution, Kartika Jahja, Levi The Fly, Adi Cumi dll.

Wondergel tercatat dalam sejarah sebagai band perempuan pertama dari kalangan skena bawah tanah Jakarta yang berkesempatan mendapat kontrak dan merekam karya dan mendistribusikannya lewat jaringan label rekaman Musica. Situs Tirto.id juga mencatat Wondergel sebagai band perempuan kedua di Indonesia setelah bubarnya Dara Puspita. Kemunculan Wondergel dianggap turut menularkan influence musik britpop, new wave, punk ke Indonesia.

Kini setelah beberapa kali merilis ulang single lawas dan restorasi videoklip ‘Cermin’ oleh editor Nosa Normanda di bawah naungan Ripstore.Asia, Wondergel kini aktif di social media @wondergel_reunion dan kabarnya tengah menyiapkan rencana kembali masuk dapur rekaman.

 

Subscribe newsletter gratis
dapat berita terbaru musik & event Ripstore.Asia dikirim langsung ke inbox email kamu